ini lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang tumblr yang bikin males, disitu gw berargumen kalo fitur reblog post di tumblr itu bikin males karena orang kurang berkreasi ketika mau posting. trus apa hubungannya sama twitter? okeh gw jelasin.
sebenarnya - CMIIW ya- fitur reblog post di tumblr itu diadopsi dari fitur retweet yang ada di twitter (bisa jadi seperti itu, karena memang twitter lebih dulu ada sebelum tumblr, FYI: Twitter diluncurkan 13 Juli 2006, sedangkan tumblr diciptakan Tahun 2007; sumber: Wikipedia). liat aja, klo gw liat sih itu sama. cmua bedanya di tumblr yg di repost lebih banyak/ gede.
nah, berarti kalo asalnya dari twitter, yang lebih males twitter dong? iya juga emang. orang yg retweet itu mungkin males karena udah ada info yang terpampang di timeline-nya, mereka tinggal retweet trus jadi twit dia deh. tapi klo dipikir2 bisa jadi nggak juga sih (maaf, ini mungkin hanya menurut gw). orang yang melakukan retweet bisa jadi bertujuan untuk menyebarkan informasi ke followernya sendiri, karena terkadang twit itu berisi informasi penting (contoh: info kebutuhan darah untuk orang sakit dll). sedangkan tumblr nggak. maaf klo sedikit egois karena memang ini pendapat gw sendiri. alasannya, karena reblog post itu lebih banyak, dan ini menyangkut ‘seni’ dalam menulis itu sendiri. seorang blogger ketika memposting tulisan atau apapun tentunya dari pikiran dia sendiri (dengan catatan ini karya orisinil dia). dan dari pikiran diri sendiri itulah orisinalitas muncul. titik tumpunya ada di orisinalitas tersebut. inilah yang menurut gw pembeda antara retweet dan reblog post.
maaf kalo bener2 egois, itu memang pendapat gw. semoga gak memicu hal yang tidak baik. amin.
afterall, seperti yg gw bilang sebelumnya, gw cukup bersyukur tumblr bisa ada dan menjadi tempat untuk orang2 (kembali) ngeblog, mungkin khususnya di kalangan muda. semoga blogging tetap lestari. :)
![]()