ceracau

Month

February 2011

34 posts

trus gimana dengan twitter??

ini lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang tumblr yang bikin males, disitu gw berargumen kalo fitur reblog post di tumblr itu bikin males karena orang kurang berkreasi ketika mau posting. trus apa hubungannya sama twitter? okeh gw jelasin. 

sebenarnya - CMIIW ya- fitur reblog post di tumblr itu diadopsi dari fitur retweet yang ada di twitter (bisa jadi seperti itu, karena memang twitter lebih dulu ada sebelum tumblr, FYI: Twitter diluncurkan 13 Juli 2006, sedangkan tumblr diciptakan Tahun 2007; sumber: Wikipedia). liat aja, klo gw liat sih itu sama. cmua bedanya di tumblr yg di repost lebih banyak/ gede. 

nah, berarti kalo asalnya dari twitter, yang lebih males twitter dong? iya juga emang. orang yg retweet itu mungkin males karena udah ada info yang terpampang di timeline-nya, mereka tinggal retweet trus jadi twit dia deh. tapi klo dipikir2 bisa jadi nggak juga sih (maaf, ini mungkin hanya menurut gw). orang yang melakukan retweet bisa jadi bertujuan untuk menyebarkan informasi ke followernya sendiri, karena terkadang twit itu berisi informasi penting (contoh: info kebutuhan darah untuk orang sakit dll). sedangkan tumblr nggak. maaf klo sedikit egois karena memang ini pendapat gw sendiri. alasannya, karena reblog post itu lebih banyak, dan ini menyangkut ‘seni’ dalam menulis itu sendiri. seorang blogger ketika memposting tulisan atau apapun tentunya dari pikiran dia sendiri (dengan catatan ini karya orisinil dia). dan dari pikiran diri sendiri itulah orisinalitas muncul. titik tumpunya ada di orisinalitas tersebut. inilah yang menurut gw pembeda antara retweet dan reblog post. 

maaf kalo bener2 egois, itu memang pendapat gw. semoga gak memicu hal yang tidak baik. amin. 

afterall, seperti yg gw bilang sebelumnya, gw cukup bersyukur tumblr bisa ada dan menjadi tempat untuk orang2 (kembali) ngeblog, mungkin khususnya di kalangan muda. semoga blogging tetap lestari. :)

Feb 28, 20111 note
#tumblr #twitter #reblog #retweet
“Kenapa memakai kata “vocab” sedangkan ada bahasa Indonesianya: “Perbendaharaan Kata” —
Feb 23, 2011
#bahasa #bahasa indonesia
"Kerupuk" atau "Krupuk"??

                        

gara2 ngeliat postingan blog orang, jadi pengen bahas kerupuk…

sempat bertanya2, yang bener itu “kerupuk” atau “krupuk” (tanpa tambahan huruf “e”). setelah dicari artinya, ternyata: 

1ke·ru·puk n makanan yg dibuat dr adonan tepung dicampur dng lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dng alat cetak dijemur agar mudah digoreng; 

— kulit kerupuk dr irisan kulit sapi atau kerbau; — palembang kerupuk yg dibuat dr adonan agak encer, dimasukkan ke dl air mendidih melalui tapisan berlubang untuk memperoleh bentuk spt kawat, kemudian dijemur dng ukuran dan bentuk tertentu; — rambak kerupuk kulit; — udang kerupuk yg bahannya dr adonan tepung dan udang 

dan ternyata yang benar adalah “kerupuk” bukannya “krupuk” yg tanpa huruf “e”. karena gw nyari arti krupuk gak ketemu :D

Kerupukan

nah, pas gw cari di KBBI dan Kateglo, ternyata emang ada lagi kata sifat yg ‘hampir’ sama dengan kerupuk, yaitu “kerupukan”. apa artinya? ini dia: 

kerupukan

Definisi:

kebingungan; tergopoh-gopoh; gugup

Kelas:

Adjektiva

Kata dasar:

kerupuk

Sumber:

KBBI III

okeh, cukup sekian ngomong tentang kerupuk. 

Feb 23, 20111 note
#bahasa #bahasa indonesia #kerupuk
Senonoh

ketika mendengar kata “senonoh” orang2 pasti langsung terpikir kepada gabungan kata tersebut dalam bentuk negatif, “tidak senonoh”. dan arti yang langsung terpikir adalah arti yang berkonotasi negatif, “tidak patut” , “tidak sopan” dan sebagainya. sebagai contoh: Karena melakukan perbuatan yang tidak senonoh, wanita itu sekarang sering digunjingkan orang. 

bagi pribadi saya, ini memang memprihatinkan. karena kata “senonoh” tersebut sekarang (selalu) berkonotasi negatif jika diucapkan atau dituliskan. padahal arti negatif tersebut muncul karena memang diberikan tambahan negatif sebelum kata tersebut. 

dari pencarian saya di kamus bahasa Indonesia, arti kata “tidak senonoh” adalah: 

tidak senonoh

adj tidak patut atau tidak sopan (tentang perkataan, perbuatan, dsb); tidak menentu atau tidak manis dipandang (pakaian dsb);

dari arti di atas, terlihat bahwa jika kita kembalikan kepada kata dasar/ tanpa kata tidak, kata tersebut secara trivial pasti memberikan arti yang baik; patut, sopan. tapi karena seringkali pengucapan kata ini diikuti oleh kata tidak, stigma arti negatif pun selalu muncul. inilah yang membuat saya miris. mungkinkan kata ini mengalami peyorasi/ penurunan (derajat) makna? saya juga belum bisa memutuskan demikian. 

harapan saya semoga stigma negatif yg muncul tiap kata itu muncul tidak menular pada lestarinya bahasa Indonesia. amin

Feb 22, 2011
#bahasa #bahasa indonesia #senonoh #seronok #tidak senonoh
Sampai Jumpa?

Sampai Jumpa?

Jumat, 30 Oktober 2009 | 03:09 WIB

SALOMO SIMANUNGKALIT

Bianca yang berusia dua tahun empat bulan dibiasakan ibunya saban berpisah dengan nenek dan kakeknya berucap: See you, Ompung Boru. See you, Ompung Doli. Tugas saya melazimkannya dengan ungkapan sejajar dalam bahasa Indonesia.

Akankah saya tiru bulat-bulat penyiar dan pembawa acara televisi yang selalu bilang ”Sampai jumpa” di setiap penutup acara masing-masing?

Mumpung bicaranya masih pada tahap pemula, Bianca saya ajari saja bahasa Indonesia yang baik dan betul. Untuk keperluan ini, niscaya tak akan saya tempuh jalur belajar tentang bahasa yang kaprah di sekolah-sekolah Indonesia, dari SD sampai perguruan tinggi. Preferensi saya tentulah: belajar bahasa.

Apa beda belajar tentang dengan belajar?

Bila Tuan dibekali dengan hukum keseimbangan dalam fisika kemudian penjelasan mengenai gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan sebelum hari-hari pertama naik sepeda, maka Tuan sedang belajar tentang naik sepeda. Bila langsung diperhadapkan dengan sepeda, diajak menginjak kedua pedalnya dan mengendalikan setangnya hingga berhasil menggerakkan sepeda dan berjalan seimbang, Tuan sedang belajar naik sepeda. Begitulah yang pernah saya serap dari sosiologiman terkemuka Ignas Kleden.

Saya selalu percaya bahwa belajar selalu lebih mustajab ketimbang belajar tentang untuk hal-hal praktis. Belajar tentang tentu wajib hukumnya bagi siapa saja yang menyiapkan diri sebagai pribadi-pribadi yang bakal jadi anggota masyarakat epistemik.

Maka,sebelum membiasakan Bianca dengan ungkapan Indonesia setiap berpisah dengan kerabat, kawan, dan tetangganya, saya coba menimbang-nimbang konstruksi sampai jumpa. Bangun frasa ini kukuh atau goyah? Saya coba sampai… dan mengisi titik-titik itu dengan dua sinonim jumpa yang tentu saja dari kata sekelas: sua dan temu. Tersualah dua ungkapan: sampai sua dan sampai temu. Saya tak tahu ada yang memahami masing-masing dari kedua ungkapan itu. Hampir-hampir tak ada preseden berbahasa dengan sampai sua atau sampai temu. Lain halnya sampai bersua, sampai bertemu, atau sampai ketemu yang, saya kira, hampir seluruh pebahasa sehari-hari menangkap makna dari sana.

Cara bersahaja ini, saya kira, dapat memperlihatkan betapa konstruksi sampai jumpa goyah secara sintaksis. Yang kukuh kiranya sampai berjumpa sebagaimana halnya sampai bersua, sampai bertemu, dan sampai ketemu.

Ada kesan bahwa sampai berjumpa merupakan reduksi dari kalimat ”Sampai kitaberjumpa kembali”. Till we meet again. Barangkali begitu kata Bianca Jagger, bekas istri penyanyi Mick Jagger, yang bernama panjang Bianca Perez Morena de Macias itu.

Bianca kecil cukup kami biasakandengan ”Sampai berjumpa” dan ”See you” belaka. Tak perlu saya terangkan kepadanya bahwa ”Sampai jumpa” adalah konstruksi yang goyah.

Feb 21, 2011
#bahasa #bahasa indonesia #sampai jumpa
Tumblr bikin males

judul yang “ngajak ribut” emang, tapi itulah yg gw rasakan/ sadari sekarang setelah beberapa waktu memulai ngeblog pake tumblr ini. trus apakah yang bikin males; let’s check it out. 

yg pake tumblr pasti tau klo di tumblr ada fitur reblog. pastinya itu jadi salah satu daya tarik dari tumblr karena emang asik ketika kita blog walking (ngeliat tumblr orang laen) trus ada postingan lucu, keren, bagus atau apapun, kita tidak usah membuat/ posting dari awal, tinggal ke pojok kanan klik reblog, klik sekali lagi dan voila! postingan keren itupun sudah terpampang di blog tumblr kita. asik memang, tapi inilah yang bikin gw bilang kalo tumblr bikin males.

                              

kenapa? karena dengan reblog itu orang2 cenderung melakukan hal singkat tersebut tanpa harus/ perlu memakan banyak waktu, atau berpikir terlalu banyak untuk membuat suatu postingan. nah, inilah yg gw bilang males. orang2 akan cenderung males untuk mikir gimana bikin postingan yang keren, menarik, bagus dan sebagainya. akhirnya, dengan ‘solusi’ yg disediakan oleh tumblr, jadilah postingan keren bisa mejeng di blog tumblr kita tanpa kita harus mikir banyak untuk membuat postingan tersebut. 

jadi, fitur reblog di tumblr ini merupakan inovasi atau malah bikin males? silahkan menilai dengan penilaian pribadi masing2. yg jelas bagi gw juga dilematis, di satu sisi gw bilang ini bikin males, tp bisa dibilang muna jg klo gw juga pake itu fitur (secara gw jg sekarang pke tumblr & pake fitur “reblog” juga). jadi, silahkan saja anda menilai. 

yang jelas, dengan adanya blog tumblr ini bisa jadi memunculkan kembali geliat dan semangat untuk ngeblog bagi orang2, khususnya pemuda (secara, selama ini gw liat yg pake tumblr kebanyakan anak muda). selamat #ngeblog :)

Feb 21, 20119 notes
#reblog #tumblr #blog #malas
Rapi

dalam Bahasa Indonesia, banyak yang menggunakan kata “Rapih” - baik menggunakan awalan ataupun akhiran-,  dengan huruf “H” di belakangnya. padahal yang benar adalah “Rapi” tanpa huruf “H” di belakangnya.

Feb 18, 2011
#bahasa indonesia #bahasa
Feb 18, 2011718 notes
Feb 18, 201135,738 notes
Feb 18, 201111,305 notes
Feb 18, 201114,100 notes
Feb 18, 2011
Feb 18, 2011188 notes
Antara Perempuan dan Wanita → rubrikbahasa.wordpress.com

penjelasan di dalam Bahasa Indonesia tentang perbedaan kata “Perempuan” dan “Wanita” 

Feb 17, 2011
#bahasa #bahasa Indonesia
Buluh Perindu

“bagaikan buluh perindu” adalah sebuah ungkapan/ perumpamaan yang berhubungan dengan suara. jadi bisa dicontohkan :

“suaranya merdu bagaikan buluh perindu” 

Feb 17, 2011
#bahasa Indonesia #bahasa #buluh perindu
Play
Feb 17, 2011
Play
Feb 17, 20113 notes
Feb 17, 2011133 notes
Feb 17, 20115 notes
Play
Feb 17, 20112 notes
Next page →
2012 2013
  • January 20
  • February 24
  • March 6
  • April
  • May 11
  • June 21
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012 2013
  • January 33
  • February 30
  • March 33
  • April 31
  • May 31
  • June 25
  • July 31
  • August 15
  • September 2
  • October 9
  • November 14
  • December 12
2011 2012
  • January
  • February 34
  • March 44
  • April 28
  • May 46
  • June 36
  • July 40
  • August 31
  • September 31
  • October 33
  • November 31
  • December 31